Cupang salah satu ikan Hias yang sering di kenal masyarakat dengan ikan hias petarung, memang saat ini ikan cupang mulai di gemari dan sekaligus menjadi sebuah bisnis yang lumayan menguntungkan.
Untuk itu banyak orang yang mulai membudidayakan ikan hias jenis ini, tapi sebenarnya utuk budidaya ikan cupang itu bagaimana? Nah berikut sedikit tips cara budidaya cupang yang memang saya kutip dari siwitralalatrilili.wordpress.com
CARA BUDIDAYA
IKAN CUPANG
Untuk
budidaya ikan cupang membutuhkan lahan/tempat 5 meter persegi. Dan bisa
dilakukan dengan ditaruh di atas dek rumah dan di pekarangan yang relatif
sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium.
Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan
pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu
air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang.
Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk
pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut,
akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.
Pada
umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya
tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang
wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan
antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan
ikan.
Ciri-ciri Khusus
Ciri-ciri
khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang
indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut
cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk
siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
- Ciri
ikan jantan untuk dipijahkan :
-
Umur ± 4 bulan
-
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
-
Gerakannya agresif dan lincah.
-
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).
- Ciri-ciri
ikan betina :
-
Umur telah mencapai +- 4 bulan
-
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
-
Gerakannya lambat.
-
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
-
kondisi badan sehat.
Pemijahan dan Perawatan Ikan
Setelah induk
cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya
adalah melakukan pemijahan :
- Persiapkan
wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
- Isi
wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
- Masukkan
induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
- Tutup
wadah dengan penutup wadah apa saja.
- Sehari
kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam
wadah pemijahan.
- Biasanya
pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa
yang dipersiapkan oleh induk jantan.
- Induk
betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur
sampai menetas.
Pembesaran Anak
- Ketika
burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya,
sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
- Pindahkan
anakan bersama induk jantannya.
- Kemudian
benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
- Sepuluh
hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
- Dan
selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk
lebih cepat tumbuh.
Pasca Panen
Pasca
panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan
pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik
dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol
tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian.
Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan
dapat dipasarkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar